Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Aku Bukan Ruang Kosong yang Harus Diisi, Aku Adalah Ruang Hidup yang Harus Dipahami (Versi Curhat).

Gambar: Ketiga siswa tersebut dikeluarkan dari ruang ujian oleh seorang guru  karena dianggap lalai saat mengerjakan soal ujian. Stimulus, Respon, dan Kepatuhan tanpa Makna Perubahan perilaku sering terjadi karena guru memberikan stimulus, kemudian Aku merespon. Pola ini seperti yang dijelaskan dalam teori Behaviorisme oleh Skinner dan Watson. Terlihat sederhana, bahkan efektif. Dalam praktiknya, pola ini sering dianggap sebagai cara tercepat untuk mencapai hasil belajar. Guru merasa berhasil ketika Aku bisa menjawab dengan benar, mengerjakan tugas dengan tepat, dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan. Dari luar, semuanya tampak berjalan baik. Kelas terlihat tertib, Aku terlihat patuh, dan proses belajar tampak berhasil. Hal ini merupakan bentuk simplifikasi yang dangkal, karena di balik itu, ada sesuatu yang lebih dalam yang sering diabaikan, yaitu makna. Aku dibuat menjadi patuh, tetapi tidak memahami. Kepatuhan yang lahir bukan dari kesadaran, melainkan dari teka...

Ketika Tanah Lebih Murah dari Rokok Tabaku Daun Putih: Konflik Tapal Batas dan Politik Tanah di Tanimbar

MT. Empung, Tomohon Gagasan tentang tanah dan konflik yang mengelilinginya sebenarnya sudah muncul di kepala saya sejak saya mendaki Gunung Empung, Tomohon. Baru hari ini saya menuliskannya, setelah semalam saya berdiskusi panjang dengan beberapa teman dan salah satu tokoh masyarakat yang memiliki ambisi untuk maju sebagai bakal calon kepala desa definitif Desa Latdalam. Percakapan itu kembali mengingatkan saya bahwa persoalan tanah di desa kita bukan sekadar soal batas wilayah, tetapi soal masa depan masyarakat itu sendiri. Tanah Murah di Tanah Kaya Ada satu ironi besar yang sedang terjadi di Kepulauan Tanimbar. Di wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam besar, tanah masyarakat justru pernah dijual dengan harga sekitar Rp10.000–Rp14.000 per meter. Sementara itu harga "tabaku daun putih" (Tembakau Shag : salah satu jenis tembakau iris yang merupakan primadona bagi parah perokok ulung di Desa Latdalam) di wilayah yang sama sekitar Rp15.000 per bungkus. Tidak sesederhana...