Jemariku kaku hingga membeku ketika menulis tentangmu. Berlinang-linang di mata ketika melihat peristiwa berdarah yang kerap terjadi di negeriku. Dahulu kita hidup berdampingan (baku kele), sangat harmonis dengan adat istiadat dan budaya (serimfet-serimuan) yang kita miliki, bahkan di negeri lain pun jarang di jumpai. Namun kini hilang ditelan waktu! Sebuah persoalan yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan (adat) dan mengharapkan kehadiran bapak kaya (pemimpin/pemerintah) sebagai pengadili sekaligus memberikan motivasi serta solusi pun tak kunjung tiba. Sifatnya oportunis, perjuangannya bukan untuk rakyat melainkan untuk diri sendiri hingga konflik sosial yang terjadi bukan pertanda bahwasanya kita sedang mengalami modernisasi yang sifatnya tertib sosial melainkan modernisasi yang memorak-porandakan dan berujung disintegrasi. Bukankah istilah perubahan, kemajuan, revolusi, dan pertumbuhan adalah istilah-istilah kunci kesadaran modern? Yaa.... Modernitas yang menuntut perubah...
Kajian Historis dan Masalah-masalah Sosial