Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Kajian Historis Penyebaran Agama Katolik di Pesisir Timur Pulau Yamdena

Peta Kepulauan Tanimbar Prolog Sebelum masuk dan berkembangnya agama-agama besar seperti Hindu-Buddha, Islam, dan Kristen di Indonesia, penduduk Indonesia telah memeluk agama suku (agama primitif). Agama-agama suku itu menganut paham animisme, yakni kepercayaan terhadap roh leluhur atau kekuatan-kukuatan gaib yang menguasai alam semesta. Benda-benda seperti pohon, binatang-binatang, dan tempat-tempat diyakini didiami oleh roh-roh tertentu (Sihombing, 2009: 5). Agama Hindu-Buddha, Islam, dan Kristen masuk ke Indonesia terutama melalui perdagangan. Sebetulnya, sejak abad pertama Masehi, agama Hindu-Buddha telah masuk dan berkembang di Indonesia, aggama Islam masuk ke Indonesia sejak abad XIII dan pada abad XVI agama Kristen yang kita kenal sekarang ini mulai masuk ke Indonesia melalui imperialisme negara-negara Barat (Eropa). Dengan kata lain, orang-orang Eropa berupaya melebarkan sayap ke sebarang lautan untuk berdagang dan mengeksploitasi rempah-rempah Indonesia, sambari menyebarkan ag...

Proses Historis Terbentuknya Desa Moreah Satu

Penulisan sejarah senantiasa didorong oleh rasa ingin tahu yang mendalam tentang suatu objek tertentu. Objek sejarah adalah aktivitas manusia dalam dimensi waktu. Menurut Kuntowijoyo (2018 : 47) “objek dari sejarah ialah waktu." Jadi, dapat dikatakan sejarah mengkaji tentang aktivitas manusia pada masa lampau. Objek sejarah juga berupa suatu wilayah  tertentu yang ingin dikaji untuk diketahui atau ditulis sejarahnya.  Di daerah Sulawesi Utara, khusunya di Minahasa, suatu wilayah bersamaan dengan adat istiadat, bahasa, agama dan yang lainnya merupakan suatu persekutuaan hukum territorial yang disebut "walak". Ada 8 (delapan) suku di Minahasa yang terpecah dalam beberapa walak, yakni suku Tombulu terdiri dari 7 (tujuh) walak, suku Tonsea ada 2 (dua) walak, suku Tountemboan 6 (enam) walak, suku Toulour 3 (tiga) walak dan suku-suku yang datang setelah itu adalah suku Bantik, suku Ratahan, suku Ponosokan dan suku Tonsawang yang masing-masing suku tersebut hanya mempunyai 1 (s...