Indonesia membutuhkan anak muda yang sadar akan kepemudaannya? Ataukah Indonesia membutuhkan anak muda, yang muda dan terpelajar yang potensial memasuki dan memperkuat sistim kapital? Sebuah pertanyaan yang biasa namun sangat fundamental. Anak muda, adalah ungkapan kata yang semakin merosot maknanya jika ditilik dari dinamika sosial saat ini. Semacam stigmatisasi yang kerap dilontarkan untuk mereka. Bahwa pemuda adalah generasi rebahan, bahwa pemuda adalah generasi perusak. Padahal jika dirunut dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, sangat absurd untuk meniadakan peran pemuda. Pemuda pada saat itu adalah pemuda yang sadar akan “kepemudaannya”, yang sadar akan tindakannya! Dengan penuh semangat berusaha untuk mengetahui kearifan hari lampau untuk menguasai hari ini dan merintis hari depan. Di tangan kaum mudalah bangsa Indonesia terlepas dari kemiskinan dan kebodohan serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa, sehingga mencapai klimaks dengan slogan “Indonesia Merdeka”. Ada...
Kajian Historis dan Masalah-masalah Sosial